Masjid Desa

Ketika ibadah sholat isya di masjid desa KaliKalong terbayang sekali akan suatu hal. Ada yang tiba-tiba hadir di benak, yaitu ketika zaman masih banyak anak-anak bujang tidur di masjid, rasanya saat itu masjid benar-benar berarti.
Ketika mungkin lampu listrik belum ada, Maghrib itu sesudahnya adalah waktu mengaji, kemudian dilanjutkan dengan tidur di masjid setelah sebelumnya begadangan khas anak muda. Nonton misbar kalo ada, atau keluyuran kemana gitu.
Zaman ketika orangtua gak khawatir ketika anak-anak nya keluyuran dengan teman-teman sebayanya sampai pagi.

Zaman ketika membakar kedelai, bakar jagung ambil di sawah tetangga itu biasa dan mengasyikkan. Bahkan kadang-kadang masak ayam mengambil tempat orang tanpa izin itu nikmat sekali.hahaha.

Dunia saat sepulang sekolah terus pergi mencari rumput ke sawah. Ada permainan “ukik” yaitu aduan dengan melempar arit yang posisi tertentu lebih menang. Ada nogog, acir, mureb, mlumah, dan rebah.
Ada main kelereng, gobak sodor, dll.
Dunia saat itu alami natural. Menuntut gerak dan pelibatan fisik dan pikiran.
Dibanding dunia yang kini hanya lebih andalkan pikiran saja.
Entahlah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *