Menjalani Hari Yang Makin Melandai

Bukan tak senang. Tapi hidup rasa gembira tiada Tara.

Hati gembira. Ah, sedang apa rupanya. Ternyata aku sedang ingin dalam suasana bahagia semata.

Menerima hadiah Yang Maha Kuasa, kesehatan dan kelimpahan rezeki tak pernah usai.

Aku happy.

Aku sangat bergembira hati.

Menerima anugerah Illahi. Dan hidup rasanya sangat nikmat sekali. Istri baik hati dan suci. Dengan anak-anak kami yang sangat menggembirakan hati, terbentuklah keluarga bahagia nan harmoni.

Sering jadi pembicara kemana-mana, di hotel² mewah, menginap, sudah jadi tempat tinggalku sehari-hari. Sekali jadi pembicara dengan bayaran 1jt$. Alhamdulillah cukup besar. Sebulan 10 kali jadi pembicara sudah terima 10jt$ atau sekitar 140miyar rupiah. Tidak buruk untuk sebuah profesi. 100 kali jadi pembicara sdh bisa tembus 1 Trilyun.

Ternyata aku istimewa. Dan tidak banyak orang yang diberi kesempatan terima bayaran demikian besar.

Oh ya, di rumah aku tentu saja ada kolam renang yang siap menyegarkanku dikala pagi atau malam. Disana aku bisa menjalani rileks dan hidup menelurkan karya-karya bermanfaat untuk umat.

Dan untuk itu semua aku mengucapkan Alhamdulillah sampai lubuk hati terdalam.

Pikirkan Cinta Kasih Dan Cintai Pikiranmu Itu

Jumlah atom pada tubuh manusia 7.000.000.000.000.000.000.000.000.000 yang umurnya sudah milyaran tahun, demikian kata sains. Pada tingkat terdalam setiap orang adalah semesta dalam ujud manusia.

Inilah penjelasan dari sains tentang “manunggaling kawula kalawan Gusti” atau “Aku tinggal di dalam Bapa dan Bapa tinggal dalam Aku”, atau “I am That”, atau “Aku adalah Alfa dan Omega”.

Dikatakan energi adalah abadi dan hanya berubah-ubah bentuk. Karena alasan ini, spiritualitas mengajarkan kebijaksanaan hidup berbasis cinta, sebab setiap jiwa/soul adalah energi yang abadi adanya dan hanya berubah-ubah bentuk dan ujudnya. Pikiran menentukan aliran energi dan vibrasinya akan menciptakan ujudnya. Pikiran yang bertema cinta akan mewujud sebagai realita indah.

…((( 💓 )))…

Halal

Sering kali tidak berpikir sampai ke situ. Asal bikin, asal comot dan asal buat saja. Tanpa menghargai pembuatnya langsung.

Membeli yang palsu. Mengedarkan. Mengkonsumsi. Kurasa itu bisa disebut tidak mberkahi.

Tapi bolehkah mengamati, tiru, modifikasi? Njiplak yang plek beda brand itu biasa.

Termasuk pura-pura nawar yang tujuannya untuk menggiring opini pembeli serius itu juga sebuah masalah.

Yang benar-benar halal itu adalah untaian kata sendiri, foto sendiri, dll itu adalah baik dan boleh.

Pelajaran halal hari ini

Bagaimana Mungkin Ini Terjadi?

Penembakan di dua masjid di Selandia Baru hari ini sungguh menggemparkan. 49 orang meninggal, dan 20 an orang kritis. Sungguh kejadian sangat memilukan.

Lebih memilukan lagi adalah yang membunuh merasa bangga dan tidak merasa bersalah. Bagaimana mungkin seorang manusia bangga membantai manusia lainnya, dengan alasan tak masuk akal. Orang-orang itupun sedang beribadah, mengabdi pada Tuhannya.

Gelombang umat Islam dewasa ini benar-benar disudutkan. Di wilayah asalnya Timur Tengah, mereka terusir, banyak terjadi perang karena fitnah keji. Banyak yang kehilangan nyawa, jadi melarat, keji dan diusir dari wilayahnya sendiri yang tenteram.

Di Xinjiang China, mereka di deislamisasi, di Eropa, di Myanmar, di Thailand, dimana-mana mereka terancam tak aman dengan banyak bangsa lain.

Sepertinya Islam telah dimusuhi hampir semua. Karena doktrin para propagandais yang menyudutkan Islam, juga dari mereka yang membuat pencapan sepihak yang tak adil.

Dari jaman dahulu hingga kini sepertinya Islam harus terus berjuang meraih kebebasan hidupnya.

Bismillahirrahmanirrahim.

Senantiasa Yakin Dan Positif

Dalam hidup, dalam pengharapan, meskipun apa yang terjadi sepertinya sangat tidak sesuai harapan adalah tidak mudah untuk merasa tetap yakin dan percaya.

Ketika ingin duit tapi tak kunjung menemui jalan untuk meraihnya, sangat diperlukan jiwa positif yang sangat tinggi untuk meyakini harapan terkabul.

Tapi tak menutup kemungkinan. Kuncinya adalah terus yakin dan percaya, karena Allah semata sandaran hidup kita. Yang dikatakan bahwa Aku adalah sesuai prasangka hambaKu. Kalo kamu yakin bisa terjadi dan terus meyakini itu terjadi, maka insyaallah akan terjadi. Yakin.

Nyepi

Ketika hari raya Nyepi di Bali di Ponorogo malah hujan dari sore sampai malam sampai siang lagi. Alhamdulillah dicurahkan rezeki nikmat yang sangat besar.

Banjir tapi melanda banyak wilayah, terutama di wilayah eks karesidenan Madiun. Dari jalan tol Kertosono sampai Pacitan. Setelah beberapa waktu hujan yang dirindukan tidak segera muncul, sehingga mengakibatkan tanam padi tidak segera bisa dimulai.

Tapi kini, padi yang ditanam banyak terbenam oleh banjir yang meluap. Disyukuri saja semua.

Maret sudah datang, dan puasa sebentar lagi menjelang. Dan si dia pun bentar lagi datang. Menemaniku dalam kehidupan.

Alhamdulillah

Kalikalong

KaliKalong

Setelah melalui perjalanan yang penuh sukacita sampai juga aku di KaliKalong, sebuah desa dengan akses internet yang sangat terbatas. Hanya di spot-spot tertentu tersedia akses internet, itupun sangat terbatas.
Padahal jauh jaraknya sekitaran 5-6km diambil lurus dari kota Purworejo.
Tapi karena kampungnya dikepung oleh pegunungan, salah satunya pegunungan Menoreh, maka susah sinyal.
Sebenarnya susah sinyal itu bisa jadi sebuah berkah, bisa nikmati arti kemandirian tanpa terhubung dunia luar yg seringkali urusan tidak penting masuk.
Disini bisa berasyik masuk dengan alam. Berkhusyu ria menikmati kesejukan alam. Menikmati aktivitas diri.

Sawah-sawah yang berhijau bermekaran tanaman padinya, hawanya yang sejuk, dan masyarakat kampungnya yang ramah menjadikan suatu paduan keterisolasian dari dunia luar yang mestinya lebih baik dijaga. Agar diri bisa merehatkan dari urusan yang sebenarnya tidak tahu juntrungannya.
Terhubung selalu dengan sosial dunia luar itu terasa sekali capeknya. Kita harus senantiasa terjaga dan standby imbas dunia luar.
Tentang kampung KaliKalong ini telah banyak melahirkan para orang-orang hebat. Kendati terisolasi tetapi lulusan sarjananya, orang-orang penting diluaran banyak. Mereka keluar dari KaliKalong dan menjadi orang-orang hebat diluar.
Bagi yang menyinta urusan damai, KaliKalong termasuk yang di rekomendasikan.

Masjid Desa

Ketika ibadah sholat isya di masjid desa KaliKalong terbayang sekali akan suatu hal. Ada yang tiba-tiba hadir di benak, yaitu ketika zaman masih banyak anak-anak bujang tidur di masjid, rasanya saat itu masjid benar-benar berarti.
Ketika mungkin lampu listrik belum ada, Maghrib itu sesudahnya adalah waktu mengaji, kemudian dilanjutkan dengan tidur di masjid setelah sebelumnya begadangan khas anak muda. Nonton misbar kalo ada, atau keluyuran kemana gitu.
Zaman ketika orangtua gak khawatir ketika anak-anak nya keluyuran dengan teman-teman sebayanya sampai pagi.

Zaman ketika membakar kedelai, bakar jagung ambil di sawah tetangga itu biasa dan mengasyikkan. Bahkan kadang-kadang masak ayam mengambil tempat orang tanpa izin itu nikmat sekali.hahaha.

Dunia saat sepulang sekolah terus pergi mencari rumput ke sawah. Ada permainan “ukik” yaitu aduan dengan melempar arit yang posisi tertentu lebih menang. Ada nogog, acir, mureb, mlumah, dan rebah.
Ada main kelereng, gobak sodor, dll.
Dunia saat itu alami natural. Menuntut gerak dan pelibatan fisik dan pikiran.
Dibanding dunia yang kini hanya lebih andalkan pikiran saja.
Entahlah